Berpikir Terbuka Lewat Program Pertukaran Pemuda Antar Negara di India - Komunitaz

Artikel Baru

Komunitaz

Media Gerakan Pemuda

Post Top Ad

Berpikir Terbuka Lewat Program Pertukaran Pemuda Antar Negara di India


Kementerian Pemuda dan Olahraga setiap tahun mengirimkan duta muda terbaik Indonesia pada Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN). Bertujuan mengembangkan generasi muda Indonesia untuk memperluas pengetahuan dan wawasan. PPAN bekerjasama dengan negara-negara sahabat sejak tahun 1973 untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global di masa mendatang.

Agung Dermawan Mahasiswa Tehnik Sipil Untad merupakan Relawan Sikola Pomore yang mewakili Sulawesi Tengah dalam Program PPAN ke India Tahun 2018. Kami menghubungi Agung untuk tanya-tanya seputar kegiatan perjalanannya di India.

Bagaimana ceritanya bisa ikut PPAN dan lolos ke India?

Saya sudah dua kali ikut seleksi PPAN. Awalnya saya tahu program itu dari salah satu postingan di media sosial. Pada seleksi PPAN yang pertama saya memilih ke Kanada tapi hanya jadi runner up. Tahun berikutnya saya diberitahu oleh panitia untuk ikut lagi. Akhirnya saya ikut seleksi lagi dan memilih negara tujuan India.

Sebelumnya saya pernah ikut program pertukaran budaya ke Jepang. Waktu itu saya sedang belajar bahasa inggris di Pare, ada guru saya yang memberi rekomendasi untuk ikut proses seleksi ke Jepang. Saya coba dan ternyata lolos. 

Kalau sudah pernah ikut program ke luar negri, pasti jadi ingin lagi dan lebih mudah untuk bisa lolos di program-program lainnya.

Apa saja kegiatannya selama di India?

Saya dengan teman-teman perwakilan dari Indonesia berkunjung ke berbagai tempat di India untuk melihat dan belajar langsung. Salah satu tempat yang paling menarik menurut saya adalah ketika berkunjung ke pabrik senjata. Ternyata tank Israel dibuat di sana, termasuk mobil Barakuda pesanan Indonesia.

Kami juga berkunjung ke perusahaan listrik, Taj Mahal, bahkan rumahnya Shahrukh Khan. Kami juga pergi ke kampus-kampus yang ada di sana. Ada sesi diskusi di tempat-tempat tertentu yang kami singgahi.

Pada acara penutupan, perwakilan dari berbagai negara ASEAN yang juga berkunjung ke India berkumpul untuk melakukan pementasan budaya. Saya diberi kesempatan untuk menjadi penampil pembuka. Saya sangat bangga mewakili Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah karena mempertunjukkan kesenian alat musik tradisional Lalove.

Apa pelajaran yang diperoleh dari program PPAN ke India?

Saya jadi lebih berpikiran terbuka. Saya jadi tahu kebudayaan atau hal-hal baru secara langsung yang tidak ada di internet. Saya belajar untuk menerima keberagaman. Bergaul dan belajar dengan siapa saja. Mengambil hal-hal positif dari tiap orang.

Saya belajar berkomunikasi dengan baik kepada orang-orang dari lintas negara. Ada cara berkomunikasi orang di Palu yang sangat berbeda dengan orang-orang luar negri. Mereka sering melakukan kontak mata saat berkomunikasi untuk menunjukkan rasa hormat. Kemudian tidak canggung bertemu dengan orang baru untuk berkenalan dan ngobrol banyak hal.

No comments: