Aksi Sosial Ala Anak Reggae di Rumah Tahanan - Komunitaz

Artikel Baru

Komunitaz

Media Gerakan Pemuda

Post Top Ad

Aksi Sosial Ala Anak Reggae di Rumah Tahanan


Mengikuti rangkaian kegiatan konser band reggae Steven and Coconut Treez di Palu menjadi pengalaman yang berkesan bagi saya. Steven and Coconut Treez adalah band reggae asal Jakarta yang bassisnya, Rival Himran merupakan putra daerah asal Kota Palu.

Band yang sempat vakum 8 tahun itu menggelar konser di Palu, mengusung tema #kembali, Spirit of Reggae. Mendendangkan lagu mereka yang sempat populer di tahun 2005 yakni, ‘welcome to my paradise’.

Konser reggae kali ini bukan konser reggae bisa. Pasukan Steven and Coconut Treez datang ke Palu bersama Melani Subono (penyanyi sekaligus aktivis sosial), Mas Anies (musisi reggae senior), Dave Sayuta (vokalis The Paps), dan Taufiq Saguanto (aktivis lingkungan).

Rival Himran − sang bassis − sebagai orang Palu yang pulang ke kampung halamannya berinisiatif merangkaikan konser band mereka dengan aktivitas sosial. Saya mewakili Nemu Buku, pukul 8 pagi datang menghadiri konferensi pers konser Steven and Coconut Treez di Rumah Tahanan (Rutan) Maesa. Yup, mereka mengadakan konferensi pers di tempat yang tidak biasa.

Konferensi Pers tersebut bertujuan untuk membagikan semangat dan menghibur para penghuni Rutan di sana. Saya pun tidak datang dengan tangan kosong. Malam sebelumnya saya bersama kawan-kawan di Perpustakaan Mini Nemu Buku mempersiapkan 40 judul buku yang kami bungkus rapih sebagai donasi untuk para penghuni Rutan Maesa.

Kami percaya bahwa orang-orang di Rutan pasti punya banyak waktu luang. Hal yang paling bermanfaat untuk dilakukan untuk mengisinya adalah dengan membaca dan menulis.

Dalam kegiatan berbagi semangat di Rutan tersebut, Melani Subono sebagai aktivis sosial memberikan motivasi kepada para tahanan yang hadir di aula, bahwa tidak selamanya orang yang ada di luar Rutan lebih baik dari yang ada di dalam. Bisa jadi orang yang hidup di luar sana lebih buruk, karena terbiasa hidup tanpa beban.

Setelah kegiatan konferensi pers dan menyerahan simbolis bantuan buku, kami beranjak dari aula ke dalam rutan di bagian bawah. Alat musik dan tenda sederhana sudah dipasang. Para penghuni Rutan terlihat ramai mengelilingi lokasi. Beberapa dari mereka yang tidak diperkenankan keluar dari sel terlihat melongo dan merapat ke jeruji besi.

Sebelum penampilan musik dimulai, kini saatnya Taufiq Saguanto diberi kesempatan untuk melakukan workshop tentang pengolahan limbah sampah plastik menjadi kerajinan tangan yang bernilai tinggi. Para penghuni Rutan mengelilingi Mas Taufiq untuk melihat proses pembuatan miniatur motor berbahan botol plastik.

Taufiq Saguanto adalah aktivis lingkungan yang sengaja diajak oleh Rival Himran datang ke Palu atas keresahannya melihat Kota Palu yang penuh dengan sampah. Limbah jenis plastik adalah salah satu sampah yang paling berbahaya bagi lingkungan karena merupakan komponen beracun yang sulit terurai.

Sementara sebagian penghuni Rutan memerhatikan proses pembuatan kerajinan dari sampah plastik, sebagian yang lainnya diarahkan merapat untuk mendengar penampilan musik reggae oleh Rival dan kawan-kawan.

Penampilan musik di dalam Rutan merupakan hal yang luar biasa bagi saya. Musisi sekelas Steven and Coconut Treez, Melani Subono, Mas Anies, dan Dave Sayuta rela meluangkan waktunya untuk tampil tanpa dibayar menghibur para penghuni Rutan. Sedangkan penampilan mereka di konser pada malam harinya dibiayai oleh sponsor dengan sistem ticketing.

Penampilan hanya berlangsung satu jam, tapi rawut wajah para tahanan terlihat sangat menikmati lantunan musik reggae yang mengalun dengan damai. Lagu ‘anak pantai’ dibawakan melani Subono dengan berinteraksi langsung dan berjoget bersama di antara keurumunan penonton.

Sebenarnya saya juga ingin berjoget, cuma agak malu-malu. Biarlah kepala saya saja yang ngangguk-nggangk tanda menikmati setiap momen di dalam Rutan saat itu.

Penampilan selesai. Saya mengikuti Rival Himran dan kawan-kawan ke Citra Land untuk mempersiapkan acara konser pada malam harinya. Saya sedikit berbincang dengan Rival saat sedang duduk-duduk di Cafe Citra Land.

“Apa alasannya berinisiatif membuat konferensi pers di Rutan sekaligus menghibur para tahanan?” tanya saya.

“Ide itu muncul ketika saya mengunjungi seorang teman di Rutan Maesa. Saat itu saya melihat beberapa keluarga tahanan yang juga berkunjung. Ada seorang istri yang datang bersama anaknya, bahkan ada seorang istri yang sedang hamil datang untuk mengunjungi suaminya. Saya turut bersimpati sehingga kenapa tidak konferensi pers konser ini diadakan saja di Rutan sekaligus memberi hiburan kepada mereka,” jelas Rival.

Saya mengikuti konser Steven dan Coconut Treez di Citra Land hingga akhir. Neni Muhidin − bos saya di Nemu Buku kebetulan jadi salah satu MC di kegiatan tersebut. Dalam satu sesi dari atas panggung ia mengatakan, reggae bukan hanya soal pantai, reggae bukan hanya soal gaya musik, tapi reggae adalah aksi damai untuk perubahan sosial.

Uyee…


Penulis : Muadz Al Banna

No comments: