Masalah Penanganan Sampah Tahun 2018 oleh Dinas Kebersihan Kota Palu - Komunitaz

Artikel Baru

Komunitaz

Media Gerakan Pemuda

Post Top Ad

Masalah Penanganan Sampah Tahun 2018 oleh Dinas Kebersihan Kota Palu

Foto dari sultengraya.com
Kemakmuran ekonomi tidaklah cukup tanpa mempertimbangkan kebahagian dalam arti kenyamanan hidup tinggal di perkotaan. Seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kegiatan ekonomi perkotaan, pasti akan berdampak pada lingkungan. Penting untuk mempertimbangkan faktor lingkungan perkotaan sekarang dan di masa yang akan datang.

Meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat akan menyebabkan peningkatan timbulan sampah, maka hal tersebut harus dibarengi dengan peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan persampahan. Dengan meningkatnya jumlah timbulan sampah, maka sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang ada saat ini tentu tidak akan mencukupi lagi.

Permasalahan pengelolaan persampahan menjadi sangat serius di perkotaan. Kompleksnya permasalahan yang dihadapi dan kepadatan penduduk yang tinggi, maka pengelolaan persampahan harus menjadi prioritas.

Jumlah Penduduk dan Jumlah Sampah di Kota Palu Meningkat

Peningkatan aktifitas masyarakat di perkotaan akan berpengaruh pada kuantitas maupun kualitas limbah/sampah yang dihasilkan. Pada akhirnya, apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif berupa penurunan kualitas lingkungan.

Jumlah penduduk di Kota Palu setiap tahun mengalami peningkatan. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap hasil buangan (sampah) baik dari rumah tangga, individu, maupun perusahaan. Aktifitas dan perubahan pola hidup masyarakat akan berdampak pada semakin meningkatkan jumlah timbulan sampah.

Memberikan pelayanan pengelolaan sampah yang maksimal merupakan tantangan bagi Pemerintah Kota. Menjamin fasilitas persampahan, baik berupa program maupun infrastruktur yang berfungsi melayani kebutuhan pengelolaan masalah sampah.

Proyeksi Pertumbuhan Penduduk dengan Jumlah Sampah

Berdasarkan hasil perhitungan proyeksi pertumbuhan jumlah penduduk, didapatkan bahwa setiap tahunnya pertumbuhan penduduk di Kota Palu mengalami peningkatan. Pada tahun 2018 jumlah penduduk Kota Palu sebesar 385.131 jiwa dengan timbulan sampah sebesar 1059 m3/hari. Pada tahun 2025 jumlah penduduk semakin padat yaitu sebesar 433.380 jiwa dengan timbulan sampah sebesar 1192 m3/hari.

Proyeksi Kebutuhan Fasilitas Persampahan

Dari hasil proyeksi pertumbuhan jumlah penduduk dan volume/jumlah sampah perkapita, maka perkiraan kebutuhan fasilitas persampahan adalah sebagai berikut:

1. Kebutuhan TPS Kontainer

Kebutuhan fasilitas TPS Kontainer untuk 10 tahun ke depan berdasarkan hasil perhitungan proyeksi kebutuhan TPS kontainer penampung sampah dengan kapasitas 8 m3 yaitu: pada tahun 2015 sejumlah 126 unit, tahun 2018 sejumlah 132 unit, tahun 2020 sejumlah 137 unit, dan pada tahun 2025 dibutuhkan 149 unit.

Pada tahun 2018 Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Palu mengakui masih kekurangan TPS kontainer. Namun saat ini telah telah menganggarkan pengadaan 200 TPS kontainer yang akan ditempatkan  di titik-titik yang telah ditentukan kelurahan pada pertengahan tahun mendatang.

2. Kebutuhan Armada Pengangkut Sampah

Dari proyeksi jumlah timbulan sampah m3/hari, maka diperoleh perkiraan kebutuhan armada truk berkapasitas 8 m3 (unit) untuk mengangkut sampah. Berdasarkan hasil perhitungan proyeksi kebutuhan mobil truk sampah, tahun 2015 kebutuhan armada truk sampah sebanyak 63 unit, 2018 sebanyak 66, tahun 2020 sebanyak 68 unit, dan pada tahun 2025 mencapai 74 unit.

Dinas Kebersihan dan Petamanan Kota tahun 2018 hanya memiliki 39 armada, 24 armada dump truck dan 14 armada berjenis arm rool. Armada arm roll mengangkut sampah di daerah-daerah khusus seperti pasar, BTN, Mall, dll.

Dengan startegi jalur armada rute ‘kue lapis’, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Muhammad Ikbal menyatakan mampu memaksimalisasi pengangkutan sampah dengan meminimalisir jumlah armada. Dengan 24 armada dump truck, sudah bisa menyisir sampah Kota Palu dari lokasi TPS yang tersebar di 46 kelurahan.

Rekomendasi Penelitian

Penyediaan fasilitas persampahan perlu menjadi prioritas penting dalam penganggaran Pemerintah Kota Palu. Penambahan fasilitas persampahan diharapkan dapat menampung sampah, agar perbandingan jumlah sampah yang dihasilkan oleh penduduk dan sarana untuk menampung dan mengangkut sampah berimbang.

Penyediaan fasilitas persampahan ini perlu diikuti dengan langkah manajemen yang baik dalam pengelolaannya. Perlu diperhatikan kembali bahwa penempatan fasilitas TPS kontainer yang sudah ada agar tidak mengganggu fasilitas umum lainnya seperti di tepi jalan yang dapat mengganggu lalu lintas dan keindahan kota.


*Ditelaah dan ditulis ulang dari Tesis Analisis Proyeksi Pertumbuhan Penduduk dan Kebutuhan Fasilitas Persampahan di Kota Palu 2015-2025, oleh Sulastri Tampuyak, Prof. H. Chairil Anwar, MA, Ph.D, dan Dr. Ir. Muh. Nur Sangadji, DEA dari Program Studi Magister Pembangunan Wilayah Pedesaan Pascasarjana Universitas Tadulako.

No comments: