Keseruan Eksplorasi Pendidikan dan Pertanian Sulawesi Tengah Bersama Pertamina - Komunitaz

Artikel Baru

Komunitaz

Media Gerakan Pemuda

Post Top Ad

Keseruan Eksplorasi Pendidikan dan Pertanian Sulawesi Tengah Bersama Pertamina


Semangat pemuda Sulawesi Tengah ternyata masih selalu membara. Kegiatan eksplorasi pendidikan dan pertanian menjadi langkah untuk kembali menyatukan semangat komunitas-komunitas Sulawesi Tengah dalam memajukan pendidikan pedalaman serta pertanian daerah. Kegiatan ini mengusung tema Masa Depan Negeri, Semangat Energi Kami”.

Awalnya, seseorang mengirimkan saya pesan lewat instagram. Ia adalah salah satu bagian Community Development Pertamina dari Tarakan. Katanya ia akan berkunjung ke Sulawesi Tengah dalam waktu dekat untuk melakukan bakti sosial bersama pemuda-pemuda lokal. Kemudian dia meminta bantuan saya.

Saya sebenarnya tidak percaya diri untuk melakukan kordinasi ke teman-teman komunitas di sekitar Palu. Menurut saya, mencari relawan itu sulit. Apalagi kebanyakan relawan komunitas adalah mahasiswa. Mereka pasti punya banyak kesibukan dan fokus pada aktivitas kerelawanannya masing-masing.

Selang dua minggu, berawal dari 8 relawan yang bisa dipastikan bergabung, alhamdulillah saat final cek menjadi 30 lebih. Ternyata semangat berkolaborasi untuk kebaikan masih sangat besar dalam jiwa pemuda Sulawesi Tengah.

Kegiatan eksplorasi pendidikan dan pertanian ini dilakukan selama 3 hari. Berhasil menyatukan relawan dari berbagai komunitas dan lembaga kemahasiswaan, diantaranya Baju Kertasku, Sahabat Pulau Palu, Generasi Anak Teladan, HMI Komisariat Faperta Untad, KPA Vinculum, Kampast, Kumtala, Hidroponik Kota Palu, Edsa/IAI Palu, Nemu Buku Palu, Seangle, Himpunan Mahasiswa Elektro, dan Gerakan Gali Gasa.

Pada eksplorasi di bidang pendidikan, kami memilih sekolah alam Dongi-Dongi sebagai lokasi kunjungan. Sekolah alam Dongi-Dongi terbentuk sejak November 2015 oleh seorang mahasiswa Pascasarjana Untad bernama Stenli Gilbert. Selama 2 tahun Stenli rela bolak balik Palu untuk berbagi di sekolah bentukannya itu. Di sana Stenli mengajar bahasa inggris, pengetahuan tentang lingkungan, dan pembangunan karakter.

Selama di Dongi-Dongi, kami melakukan berbagai rangkaian kegiatan, diantaranya belajar ecobrick oleh Komunitas Seangle Indonesia, belajar hidroponik oleh Komunitas Hidroponik Palu, serta belajar tentang minyak dan gas langsung oleh Kak Abrar dari Pertamina.

Kegiatan berlanjut ke Telaga Tambing. Selain bertujuan untuk eksplorasi wisata, juga sebagai ajang quality time bersama teman-teman relawan sambil berbagi keluh kesah dalam melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Kendala paling sering dikemukakan dalam sharing session di Telaga Tambing itu adalah soal tim dan pendanaan.

Esok paginya di hari sabtu, kami beranjak dari Tambing ke Desa Soulove Kabupaten Sigi untuk mengeksplor kegiatan pertanian di sana. Desa Soulove dipilih karena memiliki potensi yang besar dalam hal produksi bawang yang menjadi bahan dasar oleh-oleh khas Sulawesi Tengah, Bawang Goreng.

Kegiatan eksplor pertanian meliputi workshop pembuatan pupuk organik cair dari limbah-limbah daun bawang kepada petani Desa Soulove. Kemudian ada juga pembahasan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi yang langsung diberikan oleh dosen pertanian Untad yaitu Ibu Maemunah.

Kegiatan kami masih berlanjut, sabtu sore kami mengunjungi anak-anak Panti Asuhan Al-Mursalaat di kawasan STQ. Selain berbagi dalam bentuk barang, kami juga sedikit memberikan pemahaman soal hidroponik langsung oleh Kak Ipank dari Komunitas Hidroponik PaluWorkshop hidroponik dipilih agar adik-adik panti juga dapat memiliki keterampilan dalam bertani hanya bermodalkan air dan barang-barang bekas di sekitar panti.

Sabtu malam adalah kegiatan penutup kami, yaitu malam perpisahan dan malam apresiasi. Bertempat di Perpustakaan Mini Nemu Buku Palu, kami berkumpul bersama relawan komunitas yang tergabung dalam kegiatan eksplorasi ini untuk berbagi cerita dan berdiskusi.

Kegiatan dimulai dengan pemutaran video-video inspirasi dari Kak Abrar tentang local hero di wilayah Tarakan sebagai mitra CSR Pertamina. Dalam vidio tersebut menceritakan tentang orang-orang kreatif dan inspiratif yang melakukan berbagai kegiatan seperti pemanfaatan sampah, pemanfaat rumput laut, dan sekolah tapal batas. 

Malam itu kami juga kedatangan Kak Yaumil Masri yang berbagi kisahnya membangun Sikola PomoreStenli Gilbert juga turut berbagi tentang harapannya pada sekolah alam Dongi-Dongi.

Saya berharap kegiatan ini terus dilakukan secara berkala dan konsisten oleh pemuda pemuda daerah. Potensi daerah sangat besar namun kurang dimanfaatkan. Peran pemuda lah yang sangat diharapkan untuk dapat membantu pemerintah dalam memajukan daerah khususnya di bidang pendidikan dan pertanian.

Pesan saya melalui kegiatan ini adalah tetap semangat dalam berbagi walau sekecil apapun! Mulai dari diri sendiri lalu menjadi inspirasi bagi orang lain.


Penulis : Reny Septiani

No comments: