Sampah Kota│Rekam Kerja Pemkot Palu Menanggulangi Persoalan Sampah Tahun 2017 - Komunitaz

Artikel Baru

Komunitaz

Media Gerakan Pemuda

Post Top Ad

Sampah Kota│Rekam Kerja Pemkot Palu Menanggulangi Persoalan Sampah Tahun 2017

Foto dari metrosulawesi.com

Sebanyak 230 anggota Satuan Tugas (Satgas) program Kebersihan, Keindahan, Keamanan, Ketertiban, dan Kenyamanan (K5) dari masing masing Kelurahan dikukuhkan oleh Pemerintah Kota Palu pada akhir 2016.

Satgas K5 yang berkedudukan di masing-masing kelurahan mengkoordinir dan mendampingi masyarakat. Mengajak berpartisipasi serta berperan aktif dalam kegiatan sosial guna mendukung pembangunan Kota Palu dengan semangat kekeluargaan.

Program K5 yang telah dicanangkan Pemkot Palu merupakan salah satu implementasi visi Wali Kota, menjadikan Kota Palu bersih, aman, nyaman, dan tentram. Lurah sebagi koordinator satgas K5 mengajak masyarakatnya selalu berpartisipasi serta membangun sikap gotong royong. Satgas K5 yang terdiri dari Lurah, Babinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, masyarakat, pemuda dan tokoh adat.

Pemkot Palu tidak main-main melaksanakan program memerangi sampah di kotanya. Melalui Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 Tahun 2016 tentang perubahan atas Perda nomor 11 Tahun 2016 soal pengelolaan sampah, Pemkot menambahkan aturan waktu pembuangan sampah. Ditambah peraturan Walikota Palu nomor 37 Tahun 2017 tentang peyelenggaraan Kebersihan.

Dalam aturan tersebut, masyarakat diperintahkan membuang sampah sesuai jadwal, yaitu pada pukul 18.00 sampai dengan pukul 06.00 Wita. Jika tidak mengindahkan waktu pembuangan sampah itu, maka pelaku akan dikenakan denda sebesar Rp. 1.000.000,- dan atau denda kurungan 6 bulan penjara.

Pembentukan Gerakan Gali Gasa (3G)

Pemerintah Kota Palu meluncurkan program Gerakan Gali Gasa pada bulan maret 2017. Menggerakkan 5.000 orang dari 76 komunitas peduli lingkungan dalam aksi long march. Dimulai dari Yonif 711/ Raksatama dan berakhir di Anjungan Talise ini untuk menggelorakan program Gerakan Gali Gasa.

Saat aksi long march Gali Gasa berlangsung, para peserta pun aktif memungut sampah yang mereka temukan di jalan. Selain itu, peserta long march juga membagikan tong sampah kepada pengendara mobil yang melintas.

Kegiatan pun semakin semarak dengan pembacaan deklarasi Gali Gasa oleh perwakilan komunitas. Gerakan Gali Gasa merupakan bentuk provokasi terhadap masyarakat agar bergerak untuk peduli lingkungan.

Kebersihan merupakan tanggung jawab dinas terkait maupun seluruh masyarakat kota. Kegiatan 3G diharapkan menjadi budaya warga Kota Palu yang sadar dan cinta terhadap kebersihan lingkungan.

Gerakan Sabtu Bersih sudah terealisasi disejumlah kelurahan di Kota Palu. Gerakan itu sebagai langkah awal mendukung Gerakan Gali Gasa yang dicanangkan Walikota Palu. Gerakan itu serempak dilakukan di Kelurahan Nunu, Palupi, dan Walangguni.

Kegiatan yang dilakukan adalah menanam bibit pohon serta membersihkan sampah di lokasi fasilitas-fasilitas umum. Gerakan Sabtu Bersih tersebut melibatkan seluruh pejabat RW dan RT termasuk Tim Satgas K5.

Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyalurkan bantuan 1500 bibit pohon dan pelindungnya untuk kepentingan penghijauan kota. Lokasi-lokasi yang masih gersang ditanami pohon.

Sepanjang tahun 2017, Gerakan Gali Gasa telah melakukan edukasi dan provokasi kepada masyarakat soal kebersihan, seperti orasi, menyebar pengumuman, terjun langsung ke titik sampai yang jadi persoalan, susur sungai palu, bersih pantai, penghijauan, dan bagi-bagi tong sampah gratis, serta kampanye deklarasi dengan total 10 ribu masa aksi pada awal dideklarasi dan saat kegiatan bersama Telkomsel.

Kemudian advokasi kasus pembuangan sampah di jembatan-jembatan dalam kota, operasi warga nakal di sekitar bantaran sungai, kampanye perang sampah di pasar-pasar, sosialisasi jam buang sampah, dan sosialisasi keliling kota dengan Dinas Kesehatan Kota Palu.

Hasilnnya, Sekolah SD, SMP, dan SMA sudah menyadari pentingnya kebersihan dan bergotong royong membersihkan lingkungan. Warga di sekitar taman kota mulai ada perubahan kesadaran.

Pasar impres mulai tertib kebersihan, kelurahan turun kejalan, menggali got dan beoperasi, juga mengawasi kontainer sampah.  Bantaran sungai diawasi, rute pengangkutan sampah diubah, jam pembuangan diperketat,  dinas-dinas terkait berkolaborasi, dan memicu terbentuknya Satgas pengawasan limbah ke laut.

Kinerja Satgas K5

Pemerintah Kelurahan Birobuli Utara membentuk majelis ta'lim untuk mensinergitaskan dan meningkatkan kinerja Satgas K5 agar dapat mewujudkan kebersihan, keindahan, ketertiban, kemanan dan kenyamanan (K5) di wilayah itu.

Majelis ta'lim tersebut juga membahas persoalan-persoalan sosial masyarakat. Jadi, anggota dari majelis ta'lim merupakan perpanjangan tangan dari Satgas K5 dalam menjalankan tugasnya.

Kemudian Satgas K5 melakukan koordinasi dengan beberapa kelompok masyarakat yang ada di wilayah tersebut, seperti remaja mesjid (Risma), organisasi pemuda Birobuli Utara, dan Kerukunan Masyarkat Birobuli Utara. Sehingga semua kelompok masyarakat yang ada di wilayah itu dapat menyatukan gagasan untuk menentukan langkah apa saja yang harus dilakukan untuk membangun daerah Birobuli Utara.

Satgas K5 setiap hari bekerja siang dan malam mengurusi hal-hal terkati K5. Tupoksi Satgas K5 menggerakan partisipasi masyarakat di seluruh kelurahan. Masih-masing perwakilan Satgas K5 di tiap kelurahan konsisten melaporkan kinerjanya kepada Wali Kota.

Pemerintah Lolu Selatan bersama Satuan Tugas (Satgas) K5 Kelurahan Lolu Selatan menjalanakan program Sabtu Bersih secara terjadwal dan dilakukan bergiliran dari RW ke RW setiap pekan. Program itu merupakan upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan masyarakat setempat.

Untuk mendorong tumbuhnya kesadaran warga, Satgas K5 bersama lembaga adat Kelurahan Lolu Selatan juga bersinergi. Seperti memasang sepanduk di beberapa titik yang berisi informasi mengenai sanksi adat bagi yang melanggar.

Meskipun masih banyak masyarakat yang belum patuh pada aturan. Namun hal itu tidak mengurangi semangat Satgas K5 dalam mengajak masyarakat untuk sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Menuju Talise Bebas Sampah

Lurah Talise menyatakan pihaknya optimis Mei tahun 2018, Kelurahan Talise bebas dari sampah berserakan serta drainase yang kotor. Hal itu dilandasi dengan intensnya Satgas K5 dan lembaga adat Kelurahan Talise, menggerakaan masyarakat membersihkan lingkungan sekitar mereka.

Untuk mewujudkan target itu, pihaknya menargetkan membersihkan area pantai sepanjang seratus meter setiap pekannya. Satgas K5 dan lembaga adat Kelurahan Talise telah memberikan surat pernyataan kepada warga agar membersihkan lingkungan dan drainase.

Surat tersebut berisi pernyataan kesediaan warga untuk membersihkan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dan drainase di masing-masig rumah. Apabila tidak melaksanakan pernyataan itu, berarti yang bersangkutan bersedia menerima sanksi sesuai aturan pemerintah dan lembaga adat Kelurahan Talise.

No comments: