Anak Muda dan Pilkada, Kompetisi Memenangkan Parimo - Komunitaz

Artikel Baru

Komunitaz

Media Gerakan Pemuda

Post Top Ad

Minggu, 04 Februari 2018

Anak Muda dan Pilkada, Kompetisi Memenangkan Parimo



Keterlibatan anak-anak muda dalam ruang politik makin lama kian meningkat. Contohnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang percaya diri menyambut pertarungan politik dengan menargetkan suara dari pemilih generasi milenial. Ya, Tsamara Amany sebagai Ketua Dewan Perwakilan Pusat (DPP) PSI berhasil membuat para anak muda jatuh cinta, sekaligus patah hati karena baru saja menikah. Perih.

Jika kita amati, para generasi milenial ini mulai nampak mengisi kepengurusan di berbagai macam partai politik. Tahun 2018 ini merupakan tahun pemanasan politik. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Parigi Moutong (Parimo) menjadi salah satu acara pembuka pesta demokrasi 2019 di indonesia.

Peran pemuda memang tidak bisa dipisahkan dari panggung perpolitikan nasional hingga regional. Dalam sejarah bangsa ini mencatat bahwa kaum muda terlibat aktif dalam pergerakan politik nasional, memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia melawan Belanda dan Jepang.

Keterlibatan anak muda dalam persaingan Pemilihan Calon Legislatif (Pileg) di Kabupaten Parigi Moutong semakin meningkat. Mereka tampil di semua Daerah Pemilihan (Dapil) dari berbagai macam Partai Politik. Mereka itulah anak-anak muda yang berani melawan stigma Jangan terjun ke politik, kalau tidak punya uang!

Memang realitanya, di alam demokrasi liberal saat ini, tantangan kaum muda cukup berat. Lebih berat dari rindu Dilan kepada Milea. Pasalnya, besarnya biaya kampanye menjadi salah satu syarat dan penentu kuat. Namun itu seharusnya tidak menjadi alasan untuk menghentikan perjuangan. Walaupun anak muda punya uang yang pas-pasan, tapi mereka mempunyai banyak gagasan.

Sistem demokrasi memang tak membatasi usia untuk terjun ke politik, kecuali Balita seusia Tatan. Mayoritas pemilih di Parigi Moutong adalah pemilih tradisional yang ada di kampung-kampung. Namun naiknya populasi pemilih pemula bisa dijadikan basis yang kuat. Basis pemilih tersebut bisa digarap oleh para politisi muda usia 20 hingga 35 tahun dan punya potensi untuk menang.

Tahun 2019 nanti merupakan ajang pertarungan anak muda versus kaum politisi tua/senior. Temanya yaitu,  ‘uang versus gagasan’. Tak mudah untuk mendapat kepercayaan politik rakyat saat ini. Hal-hal nyata yang bisa menjadi program harus diperjuangkan dan dipopulerkan ke tengah masyarakat.

Masyarakat Kabupaten Parigi Moutong didominasi oleh kaum Tani dan Nelayan, serta populasi generasi selfie. Untuk mengambil hati masyarakat disana, isu yang harus digarap adalah soal bagaimana kesejahteraan kaum tani dan nelayan. Kemudian untuk kaum selfie alias generasi milenial, bagaimana isu pengangguran, pendidikan, dan pengadaan konter paket data murah, mampu dijadikan program perjuangan menuju parlemen.

Selain penempatan isu yang tepat, pekerjaan rumah yang harus diperhatikan adalah tindakan nyata dari kaum muda itu sendiri, berupa ‘investasi sosial’ yang baik. Apalagi mayoritas pemililh masih cenderung melihat sosok figur ketimbang partai politik.

Dalam perkembangannya, popularitas dan elektabilitas kaum muda memang meningkat. Hal ini dikarenakan politisi muda milenial masih bersih dan memiliki banyak gagasan segar. Namun masih jadi bahan pertimbangan penting bahwa saat ini, elektabilitas dan popularitas masih tergantung isi tas.


Penulis: Moh. Rifaldi. SH

Tidak ada komentar: