Mentoring Bisnis Palu Berdaya: Tips dan Trik Menggaet Investor - Komunitaz

Artikel Baru

Komunitaz

Media Gerakan Pemuda

Post Top Ad

Mentoring Bisnis Palu Berdaya: Tips dan Trik Menggaet Investor


Banyak yang punya ide usaha tapi merasa kekurangan modal, punya usaha tapi kesulitan membuka cabang baru, atau ingin membuka cabang tapi takut nambah hutang. Padahal banyak bisnis yang justru bermunculan, khususnya di bidang kuliner yang ternyata pemiliknya tidak memiliki keahlian memasak dan bahkan tidak memiliki modal yang cukup. Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Program mentoring bisnis pekanan ‘Palu Berdaya’ yang dilaksanakan oleh Serikat Saudagar Nusantara kali ini menghadirkan Prama Jietho - Owner Taburin Bawang Goreng, KaneBanane, dan SaleTingka. Materi yang ia bawakan tentang tips dan trik menggaet investor. Ada juga sharing session terkait materi tersebut dari Fais Arfianto - Owner Raja Penyet Mas Fais dan Andi - Owner Bolunesia. Berikut pembahasannya:

3 Langkah (Konseptor, Eksekutor, Investor)

Konseptor adalah orang-orang yang memikirkan bagaimana strategi pengembangan usaha, termasuk ide bisnisnya. Temukanlah orang-orang yang bisa membantu membuatkan model bisnis untuk anda. Jangan lakukan semua hal sendirian!

Eksekutor bisa jadi diri sendiri atau orang lain untuk mengeksekusi ide anda. Jangan takut untuk mendelegasikan wewenang kepada orang lain. Jangan takut idenya akan dicuri karena itu ciri orang yang tidak bisa jadi kaya. Pengusaha harus siap dengan resiko. 

Apapun bisnisnya apabila belum menggunakan dana investor, maka belum bisa menjadi hero. Investor ada 3 jenis: perorangan, perusahaan, dan funding. Kemudian, investor juga ada yang amatir dan yang profesional. 

Ciri investor amatiran adalah yang langsung menanyakan keuntungan di awal. Investor profesional tidak bertanya untungnya dulu, tapi yang ditanya tentang bagaimana prospeknya. Ia ingin melihat pertumbuhan bisnisnya. Investor profesional bahkan tidak minta keuntungan per bulan, tapi pertahun yang biasa disebut deviden.

Cara Menggaet Investor Modal Kertas

Kertas yang dimaksud adalah proposal bisnis meliputi gambaran usaha, mengapa usaha tersebut menjanjikan, bagaimana cara menjalankannya, berapa biaya yang dibutuhkan, dan kapan modal dapat kembali. Kunci sukses merancang proposal yaitu, idenya harus masuk akal, untungnya rasional, dan tempo balik modalnya jelas.

Proposal bisnis tidak perlu tebal, yang penting memuat gambaran umum usaha, visi dan misi perusahaan, foto dan keterangan produk, biaya investasi, breakdown investasi (franchise fee, sewa tempat, alat dan bahan, interior desain dan renovasi), dan analisa keuangan (income rata-rata perhari, income rata-rata perbulan, dan pengeluarannya).

Bila bisnis anda sudah jalan, bawalah calon investor berkunjung ke lokasi bisnis anda. Namun apabila baru sebatas ide, tidak apa mengira-ngira tentang analisis keuangan dan potensi keuntungannya, yang penting tetap rasional dan bisa dipertanggungjawabkan.

Cerita Investasi Radja Penyet Mas Fais dan Bolunesia

Mas Fais mengatakan bahwa pengusaha itu harus siap dengan resiko investasi, seperti dikhianati, tidak diperbolehkan bekerjasama lagi, atau investornya rewel. Kalau dari pertama tidak siap seperti itu mendingan tidak usah. Meskipun begitu, dari diri sendiri harus punya integritas, melaporkan semua aktivitas dan catatan keuangan kepada investor dengan amanah.

Susah mencari investor yang berani di Indonesia. Investor dari luar negeri biasanya berani langsung memberi uang besar, lalu siap sukses dan bangkrut bersama-sama. Walaupun demikian, sebagai langkah awal, terima saja berbagai peluang investasi yang ada sebagai bahan pembelajaran.

Saran dari Andi - Owner Bolunesia, carilah investor berdasarkan latar belakang, aset yang dimiliki, dan potensi keuangannya. Bangun kesamaan visi dengan banyak ngobrol dan melakukan pendekatan. Bagi hasil antara investor dan pemiliki bisnis bisa fleksibel berdasarkan hasil negoisasi.

Mencari investor bisa pada saat bisnisnya sudah berjalan, seperti Mas Fais yang baru memanfaatkan dana investor setalah 4 tahun berjalan, tapi bisa juga seperti Bolunesia yang dari awal sudah berhasil mendapatkan pendanaan.

No comments: