Kompetisi Doa di Pilkada - Komunitaz

Artikel Baru

Komunitaz

Media Gerakan Pemuda

Post Top Ad

Kompetisi Doa di Pilkada

Gambar dari tribunnews.com

Kamu sadar atau tidak, ketika para ustad yang sekaligus tim sukses itu mendoakan para kandidatnya di atas panggung kampanye dan berharap kandidatnya saja yang akan menang, sebenarnya mereka sama saja seperti mengadu kepada tuhan bahwa kandidat lain tidak pantas jadi pemimpin. Nah loh?

Beberapa waktu lalu, saya sempat menghadiri tiga acara deklarasi kandidat yang akan bertarung pada pemilihan kepala daerah. Sebetulnya saya ikut bukan untuk mendengar visi-misi mereka, apalagi untuk ngajak selfie.

Saya datang ke sana sekedar ingin menikmati acara hiburannya, soalnya di sana ada konser musik. Maklum saja, di tiga acara konser deklarasi kandidat tersebut masing-masing mendatangkan penyanyi-penyanyi ibu kota. Mulai dari band papan atas sampai penyanyi dangdut koplo.

Kawan-kawan saya juga banyak yang hadir. Selain dapat makanan gratis, juga dapat baju kaos dan uang bensin. Kapan lagi datang di acara konser, tapi dibiayai mulai dari pakaian sampai transportasi? Rugilah kalau tidak datang.

Acara deklarasi digelar sebagaimana biasanya. Ada orasi politik di atas panggung untuk mempromosikan kandidat, tidak luput disertai janji-janji politiknya. Sesekali diselingi dengan penampilan artis dan pengisi acara. Kemudian diakhiri dengan Doa bersama.

Nah, dari keseluruhan rangkaian acara tersebut, ada yang mengganjal di pikiran dan hati saya. Sepertinya ada yang salah dengan doa-doa yang dipanjatkan para ustad di kegiatan deklarasi tersebut. Para ustad itu berdoa kira-kira seperti ini :

Kandidat Pertama: “...Ya Allah, kami semua berkumpul di sini memohon keridhaan-Mu untuk kandidat kami. Dengan penuh kerendahan hati, kabulkanlah permohonan kami semua agar engkau memberikan kesempatan kepada kandidat kami ini untuk bisa memimpin daerah yang kami cintai ini. Kami percaya bahwa kandidat kami layak memimpin daerah kami ke arah yang lebih baik”. Kemudian orang ramai-ramai mengaminkan.

Kandidat Kedua: “...tidak lama lagi kami akan berganti kepemimpinan. Untuk itu Ya Allah, kiranya engkau dapat mendengar doa yang kami munajatkan hari ini. Kami menginginkan agar kandidat kami bisa memimpin daerah kami. Gerakkan hati setiap hamba-Mu untuk mau memilih kandidat kami ini sebagai pemimpin daerah ini”. Kemudian diaminkan lagi.

Kandidat Ketiga: “...siapapun yang akan terpilih menjadi pemimpin ke depannya, kami percaya itu semua atas kehendakmu, Ya Allah. Namun, biarkan itu tetap menjadi rahasia-Mu, sementara biarkan kami yang berkumpul di sini untuk tetap berdoa dan bertawakal kepada-MU, dan jikalau kiranya kami boleh memohon, kami semua meminta kepadamu, Ya Allah, kami yakin bahwa kandidat kami kelak akan mampu membawa daerah kami jadi jauh lebih baik. Untuk itu jabahlah doa kami semua agar kandidat kami bisa memimpin kami semua di daerah ini”. Lalu diaminkan lagi.

Nah, apa yang jadi benang merah dari semua doa-doa itu? Cuma satu : Semua berkeinginan, supaya kandidatnya yang akan terpilih.

Bagaimana kita mengharapkan persatuan, sementara di atas langit doa-doa para ustad bertarung dihadapan Tuhan. Kalau langit saja mulai rusuh—karena pertarungan doa—apalagi dunia yang hanya seupil ini.

Para ustad sebaiknya berdoa secara objektif, misalnya berdoa agar siapapun yang terpilih menjadi pemimpin bisa tetap amanah, siapapun yang menjadi pemimpin maka masyarakat harus mendukungnya, dan doa sejenis lainnya. Kalaupun mau berdoa supaya kandidatnya saja yang menang, ya tidak perlulah ikut mengajak masyarakat. Biarkan saja masyarakat berdoa masing-masing sesuai dengan apa yang mereka mau.

Namun mau gimana lagi, Pilkada memang selalu menjadi ajang kompetisi yang paling menguras pikiran dan tenaga. Bukan hanya adu kekuatan antar kandidat, tapi pertarungan doa para ustad.

Ada 3 daerah yang akan mengadakan pemilihan daerah serentak di Sulawesi Tengah pada tahun 2018, yaitu Kabupaten Morowali, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Donggala. Kandidat mana yang kamu do’a kan?


Penulis: Mhalik Parilele

No comments: