Kepemimpinan Bukan Soal Gaya Rambut - Komunitaz

Artikel Baru

Komunitaz

Media Gerakan Pemuda

Post Top Ad

Kepemimpinan Bukan Soal Gaya Rambut

Gambar dari liputan6.com

Menjadi seorang pemimpin atau seorang pejabat bisa jadi sangat menyebalkan. Setiap gerak-gerik kesehariannya selalu jadi sorotan. Menjadi pejabat kadang seperti memenjara diri sendiri karena harus jauh dari kebiasaan-kebiasaan hidup sebelum menjadi seorang pejabat. Kecuali jika kamu anak raja kayak Kim Jong-un.

Lihat saja gaya rambut kekinian Bapak Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu. Jika melihat dari latar belakangnya, beliau merupakan seorang vokalis band ternama di Indonesia. Sebelumnya kita juga pernah dikejutkan dengan gaya Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Ibu Susi Pudjiastuti, seorang wanita cerdas yang mempunyai tatto dan perokok.

Memang tidak ada aturan baku yang mengatur penampilan seorang pejabat publik. Mestinya kepemimpinan bukan soal gaya, tapi soal karya dan hasil dari visi. Apakah memihak kepada kepentingan rakyat dan yang paling penting tidak jadi pencuri uang negara.

Korupsi di negara ini seolah tidak ada habisnya dan hampir jadi berita harian di media massa. Mulai dari bupati, gubernur, Anggota DPR, hingga pejabat desa pun ikut andil dalam kejahatan luar biasa ini.

Anehnya, seluruh terdakwa korupsi itu adalah para pejabat publik yang berpenampilan rapi dari atas sampai bawah. Kritik terhadap pejabat publik harusnya pada realisasi program-program yang ia janjikan pada saat kempanye, bukan soal rambut yang mirip karakter ‘Sokka’ di film ‘Avatar The Legend of Aang’ itu.

Sebagai masyarakat harusnya kita tidak terjebak dalam masalah penampilan saja, justru malah mengabaikan masalah serius yang seharusnya jadi fokus perhatian. Seperti masalah kemiskinan, ketersediaan lapangan pekerjaan, serta pemerintah yang harus hadir dalam setiap persoalan yang dihadapi rakyatnya. 

Kita harus terus mengawal visi dan misi besar Kota Palu. Jika pejabat publik melakukan tindak pidana korupsi, biarpun rambutnya klimis, apa yang bisa dibanggakan? Pomade-nya?


Penulis: Moh. Rifaldi. SH

No comments: