KEK Palu, 14 Ribu Lowongan Kerja Terbuka, Para Sarjana Masih Susah Cari Kerja - Komunitaz

Breaking

Komunitaz

Community Network

Post Top Ad

Kamis, 11 Januari 2018

KEK Palu, 14 Ribu Lowongan Kerja Terbuka, Para Sarjana Masih Susah Cari Kerja

Gambar dari beritadaerah.co.id

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pantoloan telah beroperasi sejak 9 juli 2017, namun gaungnya belum jua terdengar di telinga para pencari kerja. Sejak lama, yang terdengar nyaring hanya soal pembebasan lahan dan pembangunan infrastrukturnya. Sedangkan 1,7 trillun investasi pembangunan kawasan sudah mengalir.

Saat ini, PT Hong Thai Internasional tengah membangun pabrik di KEK Palu. Perusahan tersebut merupakan pembuat produk untuk bidang industri kimia dasar berbasis pengolahan getah pinus dengan nilai investasi sebesar Rp 13,74 miliar.

Produksi yang dihasilkan dari pengolahan getah pinus adalah minyak terpentin dan gumrosin. Minyak terpentin umumnya digunakan sebagai bahan baku farmasi, parfum, pelarut, resin dan polimer. Saat ini, Indonesia merupakan produsen minyak terpentin terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok.

PT Asbuton Jaya Abadi juga tengah membangun pabrik di bidang fraksi bahan bakar padat (asphalt) seperti LGA (Lawele Granular Asphalt) dan RMA (Ready Mix Asphalt) / CPHMA (Cold Paving HotMix Asphalt) dengan nilai investasi sebesar Rp 100 miliar. 

PT Asbuton Jaya Abadi memiliki target produksi 100.000 ton/tahun untuk LGA dan RMA yang mampu berkontribusi terhadap total kebutuhan aspal di Indonesia yang mencapai kisaran 1,2 juta ton/tahun. Sedangkan PT Sofie Agro Industries berencana untuk melakukan pengembangan industri kelapa beserta turunannya.

Saya beruntung bisa bertemu dengan Bapak Andi Mulhanan Tombolotutu beberapa waktu lalu. Beliau saat ini menjabat direktur PT Bangun Palu, administrator resmi yang dilimpahi wewenang sebagai Badan Pembangunan dan Pengelolaan KEK Palu. Beliau mengatakan bahwa ada 14 ribu tenaga kerja yang dibutuhkan oleh KEK Palu saat ini. 

Lowongan KEK Palu dibuka secara bertahap. 60% diantaranya merupakan jatah lokal. Berarti ada 8.400 lowongan tenaga kerja lokal yang akan dibutuhkan. Namun, ia menambahkan bahwa tenaga kerja yang nanti diserap oleh KEK harus melalui sertifikasi terlebih dahulu. PT Bangun Palu melakukan kerjasama dengan Untad dalam persoalan sertifikasi tersebut.

Berdasarkan data dari United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), pada tahun 2015, terdapat sekitar 4.500 KEK di 140 negara yang mempekerjakan hampir 66 juta penduduk dunia. Di kawasan ASEAN sendiri terdapat 84 KEK yang beroperasi di 10 negara.

Vietnam merupakan contoh terkini sebagai negara yang mampu menarik investasi besar asing melalui KEK yang dikembangkannya. Banyak perusahaan multinasional seperti Samsung, Blackberry, maupun Foxconn akhirnya memilih untuk menanamkan investasinya di KEK Vietnam. Tahun 2014, KEK di Vietnam sudah berhasil menangkap 49% dari total investasi asing dan berkontribusi terhadap 4% dari total tenaga kerja.

Contoh terkenal dari dampak adanya KEK adalah pesatnya kemajuan di Shenzhen, Tiongkok. Westernisasi, gedung pencakar langit yang tinggi, mobil keluaran terakhir, penduduknya dengan telepon seluler berseliweran, dan gaya berpakaian masyarakatnya yang mengikuti tren terkini.

Kini sudah terdapat 11 KEK Indonesia. Dari 11 KEK tersebut, 4 KEK sudah beroperasi, yaitu KEK Sei Mangkei Sumatra Utara, KEK Tanjung Lesung Banten, KEK Mandalika NTB, dan KEK Palu Sulteng. Tinggal dilihat, siapa yang akan jadi pemain dan siapa yang akan jadi penonton.

Tujuh tahun kedepan, lebih dari 8.400 lowongan tenaga kerja lokal yang akan terbuka. KEK Palu menargetkan 97.500 tenaga kerja dengan target aliran dana investasi senilai Rp 92,4 trilliun hingga 2025. Tapi maaf, para sarjana lulusan tahun ini mungkin masih harus bersabar, berhubung lowongan kerja yang dibuka bertahap itu masih terbatas.

Menarik untuk difikirkan, bahwa lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi di Palu masih lebih banyak dari yang bisa diserap oleh KEK. Pertama karena masih banyak lulusan yang memiliki keahlian yang belum memenuhi standarisasi sumber daya manusia yang dibutuhkan. Kedua karena Untad mengadakan 6 kali wisuda pertahun.

Tiap tahun Untad meluluskan sekitar 8.400-an strata satu (S1), sedangkan di IAIN Palu meluluskan 400-an. Dua kampus ini saja bila dikalkulasikan akan mengeluarkan sekitar 8.800 ‘pengangguran’ pertahun - lebih 400 dari jatah tenaga kerja lokal KEK saat ini.


Penulis :
Muadz Al Banna

Tidak ada komentar: