Haruskah Kita Meniru Gaya Rambut Wakil Wali Kota? - Komunitaz

Artikel Baru

Komunitaz

Media Gerakan Pemuda

Post Top Ad

Selasa, 23 Januari 2018

Haruskah Kita Meniru Gaya Rambut Wakil Wali Kota?


Gaya rambut baru Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said menuai banyak kritik bahkan sampai jadi trending topik. Sebab gaya rambut botak di samping, gondrong di atas, dan dikuncir ke belakang adalah hal yang baru bagi seorang pejabat pemerintah, khususnya kepala daerah. Apakah ini gaya rambut pejabat zaman now yang menjadi tren 2018?

Rambut pada hakikatnya adalah bagian penting dalam penampilan yang mencerminkan karakter seseorang. Alasan memilih gaya rambut tentu karena faktor kenyamanan dan agar terlihat menarik, namun dari sisi etika pejabat publik, apakah hal ini pantas?

Apalagi saat Sigit atau Pasha ini menghadiri program channel youtube berupa talkshow bersama Tompi & Glenn yang membahas tentang tema artis yang terjun ke politik - membuatnya menjadi sorotan berbagai media nasional.

Pasha mengatakan bahwa penampilannya saat itu menyesuaikan dengan tema undangan. Kebetulan rambutnya memang dalam kondisi setengah panjang, supaya tampilnya lebih rapi, ia menggesernya ke belakang, lalu diikat. Pasha menganggap bahwa model rambutnya itu sama sekali tidak melanggar etika dan hanya soal gaya menyisir saja.

Secara aturan, tidak ada poin-poin tertentu yang mengatur tentang bagaimana tatanan rambut seorang kepala daerah. Direktur Fasilitas Kepala Daerah, DPD, dan Hubungan antar lembaga (FKDH) Kemendagri dan Wali Kota Palu bahkan bersepakat bahwa rambut Pasha tidak melanggar aturan.

Ngomong-ngomong, saat ini banyak loh remaja yang mementingkan gaya rambutnya. Makanya bisnis Barbershop laku dan menjamur di Kota Palu. Sepertinya gaya rambut Pasha ini bisa menjadi salah satu referensi baru yang menarik bagi mereka. Namun dari kasus ini akhirnya saya paham, kenapa Sokka di film Avatar menjadi wakilnya Aang saat memimpin dunia.


Penulis: Agus Supriyono

Tidak ada komentar: