7 Berita Lingkungan Pilihan Komunitaz, Desember 2017 - Komunitaz

Breaking

Komunitaz

Community Network

Post Top Ad

Minggu, 31 Desember 2017

7 Berita Lingkungan Pilihan Komunitaz, Desember 2017

Gambar dari himakaunitri.com


1. Seribu Penyu Mati Pertahun Karena Sampah Plastik

Hasil penelitian dari University of Exeter, Inggris menunjukkan bahwa sampah plastik telah membunuh 1.000 penyu laut setiap tahunnya. Peneltian ini dilakukan berdasarkan hasil survey dari samudera di seluruh dunia. Sejumlah 91 persen penyu yang mereka temukan terjerat alat tangkap telah mati. Sejumlah 84 persen kura-kura terbunuh oleh plastik di Samudera Atlantik, Pasifik, India, dan Mediterania.

2. Bali Darurat Sampah

Masalah sampah di Bali terus memburuk. Para pejabat Bali pada November 2017 lalu, mendeklarasikan "darurat sampah" di sepanjang 6 kilometer yang mencakup pantai Jimbaran, Kuta, dan Seminyak. Pemerintah setempat mengerahkan 700 petugas kebersihan dan 35 truk untuk membuang 100 ton sampah setiap harinya ke tempat pembuangan sampah terdekat.

3. Dua Ribu Pulau Kecil di Indonesia akan Tenggelam pada Tahun 2030

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK-IPB) Prof Dr Ir Dietriech Geoffrey Bengen, DAA, DEA memprediksi 2000 pulau kecil di Indonesia yang ekosistemnya tidak dijaga dengan baik, seperti terumbu karangnya rusak, mangrove rusak, atau penangkapan ikan yang destruktif, akan tenggelam pada tahun 2030.

4. Penemuan Spesies Baru, Burung dan Orang Utan

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) penemuan spesies burung baru di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Burung tersebut diberinama Burung Iriana. Penemuan lainnya adalah spesies orang utan baru yang ditemukan di Tapanuli Selatan. Genetik orang utan tersebut mirip orang utan yang ada di Kalimantan, namun ditemukan di wilayah Sumatera.

5. Kemumu, Rafflesia Jenis Baru yang Ditemukan di Bengkulu

Daftar jenis Rafflesia di dunia kembali bertambah. Rafflesia Kemumu, jenis baru yang ditemukan di Bengkulu ini menjadikannya sebagai Rafflesia ke-31 di dunia, urutan ke-15 di Indonesia, dan nomor ke-11 di Sumatera. Nama Kemumu memang sengaja diberikan, sebagai lokasi pertama kalinya spesimen ini diambil untuk dideskripsikan.

6. Presiden Trump Membatalkan Peraturan Presiden Obama Tentang Emisi Gas Rumah Kaca

Presiden Trump memutuskan membuka lahan publik untuk eksplorasi batubara, minyak dan gas alam, dengan melonggarkan peraturan mengenai produksi energi serta membatalkan peraturan yang bertujuan untuk memerangi perubahan iklim. Langkah itu termasuk membatalkan peraturan Presiden Obama tentang emisi gas rumah kaca dari pembangkit listrik.

7. Bank Dunia Memberhentikan Pembiayaan Proyek Minyak Bumi dan Gas Tahun 2020

Bank Dunia akan berhenti membiayai proyek eksplorasi dan ekstrasi minyak bumi dan gas setelah tahun 2019, kecuali bagi negara-negara miskin. Hal ini bertujuan untuk membantu negara-negara mengurangi emisi gas rumah kaca. Kemudian untuk mendistribusikan jutaan lampu LED, lampu tabung, ribuan mobil listrik, dan stasiun pengisian energi.

Tidak ada komentar: