KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Buat Siapa? - Komunitaz

Breaking

Komunitaz

Community Network

Post Top Ad

Kamis, 02 November 2017

KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Buat Siapa?

Sumber Gambar : Merdeka.Com

Hari mulai sore. Matahari sebentar lagi akan tenggelam. Kopi hampir habis, begitupun rokok. Dalam sebuah diskusi kecil, pertanyaan yang menarik muncul, "Sebenarnya Kawasan Ekonomi Khusus itu buat siapa?"

Penatapan KEK di Kota Palu berlandaskan Peraturan Pemerintah No 31 Tahun 2014. Dibuat pada tanggal 16 Mei 2014. KEK Palu terletak di Kelurahan Pantoloan dan Kelurahan Baiya Kecamatan Tawaeli. Dengan luas 1500 ha menyasar sektor bisnis pertambangan, industri pengelolaan kakao, karet, rotan, dan rumput laut, industri manufaktur dan alat berat, serta logistik. Target investasi untuk pembangunan kawasan sebesar 1,7 Triliun.

Undang-undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus, merupakan dasar atau payung hukum. Dalam rangka menetapkan dan membuat suatu kawasan pembangunan ekonomi yang harapannya bisa membantu pertumbuhan ekonomi negara dan masyarakat.

Untuk menarik investasi asing, pemerintah menyediakan berbagai kemudahan seperti intensif pada sektor perpajakan (PPN, PPnBM, PPh, Tax Holiday), intensif Kepabeanan : pengurangan atau pembebasan tarif atau penyederhanaan cukai dan Bea Masuk, insentif penanaman modal dengan menyederhanakan syarat dan prosedur, serta insentif perlindungan hidup.

Pada tahun 2015, ada beberapa wilayah KEK di Indonesia berdasarkan penetapannya yaitu Tanjung Lesung, Sei Mangkei, Bitung, Morotai, Tanjung Api-api, Mandalika, Maloy Batuta dan Palu. Model pembangunan KEK di Indonesia sebenarnya sudah dikembangkan di beberapa negara, contohnya di Shen Zhen China yang dikenal dengan nama Industrial Park Zone, Dubai dengan Free Zone, India dan Mesir dikenal dengan nama Special Economy Zone.

Ditetapkannya suatu daerah menjadi satu Kawasan Ekonomi Khusus diharapkan bisa meningkatkan dan mempermudah ekspor dan investasi. Seiring pembangunan KEK ini maka pemerintah berusaha memperbaiki dan membangun infrastruktur dan sarana pendukung yang lain guna menarik perhatian investor masuk.

Terkait pembentukan KEK khusunya di Kota Palu, kita harus menerima program tersebut bila alasannya ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tapi jika berbicara siapa yang paling diuntungkan, apakah masyarakat secara umum, pihak-pihak yang menjadi investor, atau siapa?

Sebagai masyarakat, dengan adanya KEK Palu ini hendaknya tidak menjadi penonton di rumah sendiri. Kita harus turut serta ambil bagian dengan adanya KEK ini. Namun permasalahan lainnya, kebanyakan dan rata-rata masyarakat tidak tahu atau merasa asing mengenai KEK sehingga tidak adanya persiapan.

Semangat pemerintah dalam pembentukan KEK harus dibarengi dengan sosialisasi KEK dan ditunjang dengan sarana dan prasarana agar masyarakat menjadi partisipan di dalam KEK nanti.

Sebentar lagi hari mulai gelap. Diskusi segera berakhir. Lantunan ayat Al-Qur’an sudah terdengar dari masjid. Diskusi ini berkesimpulan bahwa :

Harus diakui adanya KEK akan diikuti dengan adanya penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan yang akan beroprasi. Selain itu, akan ada nantinya pemberian dana CSR (corporate socialresponsiblty) yang merupakan tanggung jawab sosial yang dapat disalurkan kemasyarakat di sekitar KEK. Tentunya seluruh perusahaan yang akan berinvestasi harus bisa menjadi mitra bagi UMKM lokal. Beberapa hal tersebut bisa diambil dari penjalinan kerja sama yang baik.



Penulis :



2 komentar:

Mhalik A Parilele mengatakan...

seperti namanya 'Kawasan Ekonomi Khusus', bisa jadi ada pengkhususan untuk segilintir orang yang berduit saja, misalnya. namun, ini juga cuma hipotesa ngawur bangun tidur, semoga...

Muadz Al Banna mengatakan...

Perspektifnya Kak Mhalik sepertinya layak diperhitungkan. Ditunggu sumbangan pemikirannya...

Post Top Ad

Kolom Iklan