5 Topik Bahasan Inspiratif pada Kegiatan Meet and Greet Najwa Shihab - Komunitaz

Breaking

Komunitaz

Community Network

Post Top Ad

Kamis, 02 November 2017

5 Topik Bahasan Inspiratif pada Kegiatan Meet and Greet Najwa Shihab


Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Hitam Putih bersama Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Hukum Untad mendatangkan Najwa Shihab dalam acara Meet & Greet di Universitas Tadulako. Kegiatan yang berhasil menarik antusias peserta hingga seribu orang lebih itu membahas hal-hal berikut :

Cerdas dalam Bersosial Media

Siapapun harus cerdas menganalisa informasi. Zaman sekarang informasi dapat diakses secara cepat, luas, dan mudah. Berita yang lebih seru dan heboh lebih banyak dibagikan dibandingkan berita benar (berita aktual dengan informasi faktual) sehingga berita yang benar justru tertutupi atau melebur.

Data yang menarik, orang Indonesia ternyata paling suka ngobrol, termasuk di media sosial. Indonesia itu termasuk 3 negara yang paling tinggi mengakses sosial media, terutama Facebook - setelah Brazil dan Amerika Serikat. Negara yang punya teman Facebook paling banyak adalah orang Indonesia.

Masyarakat Indonesia 3 kali lebih sering memposting di media sosial dari jumlah rata-rata dunia. Ada 45 juta orang yang menggunakan Instagram dan dua kali lebih sering memposting dari jumlah rata-rata dunia. Dan Orang Indonesia 60% lebih banyak memberikan komentar di Facebook ketimbang rata-rata dunia.

Apakah setiap orang sudah melengkapi diri dengan kemampuan untuk bisa menilai mana yang bersifat tuduhan atau hoax dan mana yang bersifat fakta, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak? Mana yang negatif, tidak usah didekati! Mana yang positif, tetapi tidak terlalu bermanfaat, tidak perlu dibagi! Itulah situasi dan tantangan yang sedang dihadapi saat ini.

Membiasakan Membaca

Membaca harus dibiasakan. Kebanyakan orang tua sangat peduli mengajak anaknya agar bisa membaca, tapi tidak mengarahkannya untuk suka membaca. Sebenarnya orang tua harus membuat sang anak juga suka membaca dengan sering membawanya ke toko buku atau membaca bersama sebelum tidur. Bisa dan suka adalah dua hal yang berbeda.

Membaca itu seperti olahraga, pelari maraton bisa berlari dengan kuat karena sering berlatih. Bila seseorang membaca beberapa menit sudah lelah atau mengantuk berarti ketahanan membacanya belum dilatih. Jadi, kemampuan membaca itu wajib dilatih.

Cara melatih kemampuan membaca adalah dengan memasukkan aktivitas membaca menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Habis sholat subuh, membaca 5 menit. Lagi menunggu dosen, membaca 5 menit. Lagi antri, membaca lagi 5 menit. Cukup dengan 20 menit sehari itu sudah bisa mengakumulasi informasi dan pengetahuan yang akan bermanfaat. Yang penting harus terus dilatih dan dibiasakan. Kalau belum sanggup langsung membaca 20 menit sehari, bisa dicicil-cicil. Pagi, siang, sore, malam, masing-masing 5 menit. Itulah yang kemudian membuat seseorang jadi semakin terlatih untuk membaca.

Tips selanjutnya adalah dengan mengajak teman untuk ikut membaca. Cari teman yang sama-sama punya komitmen untuk bisa diajak berdiskusi tentang buku. Kalau temanya lebih dari satu selanjutnya bisa membentuk Book Club.

Pentingnya Membaca

Membaca bisa membuat hidup lebih bahagia. Ada satu penelitian, membaca bisa menurunkan tingkat stres. Membaca 6 menit sehari saja bisa menurunkan detak jantung dan membuat seseorang tidak cepat gugup dan pikun. Membaca bisa membuat hidup lebih berkualitas

Penelitian yang lain oleh Profesor Becca Levy, peneliti dari Universitas Yale menyebutkan, membaca bisa membuat seseorang jadi lebih panjang umur. Penelitian ini diuji dari sekelompok orang yang dipantau untuk dibandingkan antara yang suka membaca selama 2 jam - 3 jam seminggu dengan yang tidak gemar membaca. Ternyata orang yang sering membaca hidupnya jadi lebih panjang 3 tahun dibandingkan dengan orang yang tidak suka membaca.

Yang paling penting adalah akumulasi pengetahuan. Bila meghabiskan uang dengan membeli barang, barang tersebut bisa hilang atau dicuri, tapi kalau menghabiskan uang di kepala, tidak ada yang bisa mencurinya. Pengetahuan itu investasi yang paling besar dan cara paling mudah untuk mendapatkan pengetahuan adalah membaca.

Baca apa saja. Tidak perlu baca-bacaan yang berat. Bisa dimulai dari banyak membaca koran, majalah, atau komik. Kemudian carilah buku yang isinya tentang hal-hal yang digemari.
Pilihlah bahan bacaan yang membuat perasaan lebih mencintai apa yang sudah disukai. Dengan begitu, ketertarikan itu bisa dirawat dan dikelola.

Pemberantasan Korupsi

Isu Korupsi adalah isu yang sangat penting. Kecenderungan sekarang, orang-orang makin lama makin permisif karena terlalu banyak koruptor yang ditangkap. Tangkap tangan KPK yang dulu membuat orang bertepuk tangan, lama-lama menjadi biasa. Ada gubernur yang ditangkap, bahkan bersama dengan isterinya. Ada anggota DPR yang ditangkap berulang kali. Pada awalnya masyarakat heran, marah, tapi lama-kelamaan akhirnya menjadi biasa.

Hal tersebut berbahaya kalau sudah sampai pada tahap membiarkan atau bahkan memaafkan. Karena menganggap masalah ini sudah dilakukan dan sudah biasa dilakukan. Maka perilaku korupsi itu akan menimbulkan musuh yang akan sulit sekali untuk dilawan yaitu bangsa sendiri.

Soekarno pernah mengatakan, "Perjuangan akan jauh lebih sulit karena orang-orang berjuang melawan bangsanya sendiri." Kalau zaman dulu, orang-orang melawan para penjajah yang merupakan bangsa luar, tapi sekarang melawan bangsa sendiri yang melakukan korupsi karena menganggap itu adalah hal yang biasa. Yang lebih bahaya lagi, kalau masyarakat apalagi mahasiswa tidak berani menunjukkan sikap. Mahasiswa jangan netral-netralan!

Pesan Najwa untuk Mahasiswa

"Mahasiswa harus berani menujukkan keberpihakannya terhadap anti korupsi. Jihad sesungguhnya adalah yang bisa kita lakukan saat ini. Melakukan perlawanan semesta terhadap korupsi.

Tidak banyak orang yang punya kesempatan untuk mengenyam bangku pendidikan di perkuliahan. Mahasiswa itu maha atas siswa. Bila maha atas siswa saja tidak punya sikap yang tegas berjihad melawan korupsi, maka rasanya akan percuma kita duduk di sini.

Jadi kalau soal korupsi, soal sistem yang busuk, soal pejabat yang memanfaatkan kepentingannya menggunakan wewenangnya dengan segala upaya untuk mencuri uang kita, uang pajak yang sudah kita bayarkan, hanya ada satu kata. Lawan!!!"

Tidak ada komentar:

Post Top Ad

Kolom Iklan