Sharing Bisnis: 5 Kesalahan Dalam Berbisnis - Komunitaz

Breaking

Komunitaz

Community Network

Post Top Ad

Jumat, 27 Oktober 2017

Sharing Bisnis: 5 Kesalahan Dalam Berbisnis


Bukannya menjadi kapitalis, tapi yang namanya bisnis adalah kepandaian mencari dan meningkatkan profit, kata Yudi, owner Konveksi Obloong dalam salah satu sharing bisnis. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa startup lokal Kota Palu bertempat di Kantor Inkubator Bisnis Teknologi Informasi Sulawesi Tengah.

Yudi berbagi materi tentang 8 integritas bisnis yang terdiri dari produk, keuangan, komunikasi, sistem, legal, misi, tim, dan kepemimpinan. Kami merangkumnya dalam topik 5 kesalahan dalam berbisnis, berikut ini :

1. Fokus menawarkan produk, tapi tidak menganalisis permintaan pasar

Transaksi terjadi bila ada kesesuaian antara kemampuan menghasilkan produk dan kebutuhan pasar. Kebanyakan pengusaha pemula sibuk memikirkan produk apa yang bisa dibuat, tapi tidak memvalidasi dan memverifikasi apakah masyarakat membutuhkannya. Justru produk akhirnya lahir berdasarkan apa yang diinginkan pasar. Jadi menganalisis pasar dulu, baru menciptakan produk yang sesuai.

2. Mengikuti berbagai pelatihan kewirausahaan, tapi tidak tahu memaksimalkan penerapannya

Produk, keuangan, marketing, teknologi adalah hal-hal yang menguatkan bisnis dari sisi penawaran. Sedangkan banyak hal lain yang sebenarnya sangat diperlukan untuk meningkatkan keahlian dari sisi permintaan. Jadi, ketika ada sebuah pelatihan, pengusaha harus tahu, kemampuan yang diajarkan pada pelatihan tersebut unutk menguatkan bisnis dari sisi penawaran atau dari sisi permintaan.

3. Melakukan semuanya sendiri

Pengusaha adalah superman yang membutuhkan supertim. Jangan mengerjakan semua hal sendirian, meskipun mampu. Biarkan urusan produksi dikerjakan oleh karyawan sementara urusan-urusan terkait permintaan pasar lebih difokuskan. Karena bisnis yang dikerjakan bersama-sama punya potensi berkembang yang lebih besar.

4. Tidak memulai bisnis karena persoalan modal

Usaha Konveksi Oblong di Jl. G. Nokilalaki adalah bisnis yang Yudi bangun bersama tim tanpa uang pribadi. Omset bisnis mereka saat ini mencapai 200 juta per bulan. Hanya saja yang perlu dipertimbangkan adalah teknik dalam menjual ide bisnis kepada calon investor. Di samping itu, pengetahuan terhadap bisnis dan relasi juga sangat diperlukan.

5. Tidak paham dengan mekanisme keuangan

Meskipun nanti pengusaha akan memberi upah seorang angkutan, tapi kemampuan untuk membaca laporan keuangan harus dimiliki oleh setiap pengusaha. Di samping itu, beberapa istilah dalam keuangan juga harus dikuasai, seperti  conversion rate, BEP, MVP, HPP, fix cost, variable cost, costumer acqusition cost, dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Post Top Ad

Kolom Iklan