Peran Media dan Pemuda Dalam Sosial Perubahan #2 - Komunitaz

Breaking

Komunitaz

Community Network

Post Top Ad

Rabu, 18 Oktober 2017

Peran Media dan Pemuda Dalam Sosial Perubahan #2


Komunitaz Organizer berinisiatif untuk mengadakan Focus Grup Discussion (FGD) tentang Peran Media dan Pemuda dalam Sosial Perubahan terkait dengan bahasan pada artikel sebelumnya.

Kegiatan dihadiri oleh beberapa perwakilan dari media, seperti Perwakilan Media Cetak, Rafiq (Sulteng Raya), Media Daring, Fajrin (Info Tadulako), Rafani Thuahuns (Pengamat Media), dan beberapa perwakilan pemuda, Yaumil Masri dari Sikola Pomore. 

Kegiatan juga dihadiri oleh kawan-kawan dari Sikola Mombine Institute, Pengerak Muda, Komunitas Aksi Sosial Bersama, Pers Mahasiswa, Sharing & Learning Community,  Komunitas Media Literasi Anak Negeri, dan tuan rumah: Nemu Buku.

Berikut hasil pembahasan dari diskusi ini :

Peran Pemuda

Dalam waktu dekat, Kota Palu akan dihuni oleh mayoritas penduduk usia 15 – 30 tahun. Fenomena ini dikenal sebagai Bonus Demografi. Tak hanya di Kota Palu, seluruh daerah di Indonesia juga akan mengalaminya. Peristiwa langka ini terjadi hanya sekali dalam sejarah perjalanan suatu bangsa. Hal ini merupakan peluang Indonesia untuk bertransformasi menjadi sebuah negara maju atau sekaligus menjadi momen terkritis sepanjang sejarah. Bila mayoritas penduduk produktif ini tidak berhasil berperan dengan baik, dampaknya akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang gagal.

Kota Palu menanti peran dari 40.000 pemuda yang ada di dalamnya. Pembangunan sudah berjalan sebagaimana mestinya, namun seharusnya bisa lebih cepat dan lebih baik dari ini dan hanya para pemuda yang dapat mewujudkannya.

Berbagai peran telah diambil oleh para pemuda, mulai dari membantu dirinya sendiri, keluarganya, teman dekatnya, serta masyarakat di lingkungan sekitarnya. Namun kontribusi yang sporadis tersebut membutuhkan sinergitas untuk mewujudkan dampak yang lebih masif. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) telah mencangkan visi besar bersama dan tentu memerlukan keterlibatan pemuda di dalamnya, yaitu Sustainable Development Goal’s (SDG’s).

SDG’s memuat 17 indikator, di antaranya : pengentasan kemiskinan, mengakhiri kelaparan, menjamin kesehatan, pemerataan pendidikan, kesetaraan gender, pengelolaan air dan sanitasi, akses energi, pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, mengurangi kesenjangan sosial, mewujudkan smart city, produksi dan konsumsi berkelanjutan, memerangi perubahan iklim, pengelolaan laut, penghijauan, perdamaian dan keadilan sosial, sinergitas dan kemitraan global.

Dari kerangka berfikir global tentang SDG’s, berikut fakta menarik tentang realitas lokal yang harus ditindaki : Menurut data BPS 2016 menujukkan bahwa jumlah orang miskin di Kota Palu berjumlah 26.000 orang dari total 370.000 penduduk. Ada 2.319 anak seusia SD yang tidak bersekolah dari 28.991 anak. Ada 5.947 anak seusia SMP yang tidak bersekolah dari 29.736 anak. Ada 9.679 anak seusia SMA yang tidak bersekolah dari 42.477 anak. Jumlah anak yang tidak sempat berkuliah lebih banyak lagi.

Menurut data BPS tahun 2015, 200 lulusan SMA menganggur di Kota Palu per tahun dan 260 orang pengangguran lulusan perguruan tinggi. Data ini kontras dengan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi, sejumlah 79% dan tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi 2016 Kota Palu yang mencapai 304,901 triliun/tahun. Hal ini menyimpulkan bahwa adanya ketimpangan sosial dan ketidakmerataan pendidikan.

Di sisi lain volume sampah di TPA Kawatuna terus meningkat dari tahun 2012 sejumlah 195.330 hingga tahun 2015 menjadi 250.818 meter kubik, pengelolaan bio gas terhenti, dan pencemaran sampah plastik di sungai dan Pantai Talise kian memprihatinkan.

Peran Media

Angka-angka di atas adalah informasi dasar untuk mengetahui apa yang pemuda harus pikirkan dan resahkan bersama. Untuk mewujudkannya dalam implementasi solusi, dibutuhkan sebuah media untuk menelusuri secara rinci turunan dari berbagai problema tersebut. Selain sebagai acuan untuk bertindak juga untuk menyadarkan sebagaian besar anak muda lainnya agar turut mengambil peran.

Komunitaz.Com hadir menjawab tantangan tersebut sebagai media satu-satunya di Kota Palu yang fokus dan konsisten mengkolaborasikan komunitas dan pemuda dalam perwujudan SDG’s. Sebanyak 254 komunitas telah terdata, 50 diantaranya telah bergerak bersama, dari total jumlah pemuda saat ini diharapkan 13.000 di antaranya turut berpartisipasi dalam gerakan komunitas.

Dalam perjalanannya, beberapa komunitas yang telah turun tangan tidak lepas dari berbagai tantangan. Mulai dari masalah sumber daya relawan, kualitas program, hingga sumber dana operasional. Komunitaz.Com berusaha menjadi media publikasi bersama untuk menambah kuantitas pemuda yang terlibat, mengadakan kegiatan-kegiatan yang menunjang produktivitas pemuda dan komunitas, mencoba mensinergikan program komunitas dan pemerintah, serta menghubungkan komunitas dengan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan di tingkat regional dan nasional.