Hal yang Salah Dari Media dan Pemuda Hari Ini - Komunitaz

Artikel Baru

Komunitaz

Media Gerakan Pemuda

Post Top Ad

Hal yang Salah Dari Media dan Pemuda Hari Ini



Peran Media

Keberadaaan media massa dalam menyajikan informasi cenderung memicu perubahan serta banyak membawa pengaruh pada penetapan pola hidup masyarakat. Beragam informasi yang disajikan dinilai dapat memberi pengaruh yang berwujud positif dan negatif.

Secara perlahan-lahan namun efektif, media membentuk pandangan masyarakat terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya dan bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari.

Media telah memainkan peran penting dalam merombak tatanan sosial menjadi masyarakat serba masal. Media tidak hanya menyaring pengalaman eksternal manusia, melainkan bahkan ikut membentuk pengalaman itu sendiri.

Media memberitahu kita tentang apa atau siapa diri kita, harus menjadi apa diri kita nanti, apa yang kita inginkan, dan bagaimana kita menampilkan diri kepada orang lain.

Namun karena media menyajikannya dalam bahasa, stereotype, dan harapannya sendiri, media sering membuat manusia frustasi dalam upayanya mengaitkan kehidupan pribadinya dengan kenyataan dunia di sekelilingnya. 

Manusia kian tergantung pada media untuk memperoleh informasi dan kian rapuh terhadap manipulasi dan eksploitasi kalangan tertentu di masyarakat yang menguasai media.

Peran Pemuda

Penduduk usia 15 – 30 tahun di Kota Palu berjumlah 40,000 orang dan akan terus bertambah menjelang ‘Bonus Demografi’. Dengan fakta ini, maka sudah seharusnya pemuda dapat menjadi ujung tombak kebangkitan suatu bangsa, khususnya bagi pembangunan di Kota Palu. 

Pemuda harus berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional.

Peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral dapat diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental-spiritual, serta meningkatkan kesadaran hukum.

Sebagai kontrol sosial dapat diwujudkan dengan memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggung jawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntabilitas publik, dan memberikan kemudahan akses informasi.

Sebagai agen perubahan dapat diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan politik dan demokratisasi, sumber daya ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga, seni, dan budaya, kepedulian terhadap lingkungan hidup, pendidikan kewirausahaan, serta kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.

Namun problematika pemuda yang terbentang saat ini sangatlah kompleks, mulai dari masalah pengangguran, krisis eksistensi, krisis mental hingga masalah dekadensi moral. 

Budaya permisif dan pragmatisme yang kian merebak membuat sebagian pemuda terjebak dalam kehidupan serba instan, hedonis, materialis, apatis dan terlepas dari idealisme sehingga cenderung menjadi manusia yang anti sosial.

Peran Media dalam Mendukung Gerakan Pemuda

Dalam dinamika proses pergerakan pemuda, ada salah satu elemen yang penting dan esensial, yaitu media. Mengapa media menjadi penting dalam proses pergerakan pemuda? Karena media memiliki tiga fungsi utama, yaitu sebagai pembentuk opini publik, membentuk citra, dan menjalin jaringan di organisasi kepemudaan.

Opini publik dibentuk oleh sebuah propaganda media secara benar. Informasi yang salah jika dipropagandakan dengan benar maka dapat berarti benar di mata publik.

Media juga berfungsi sebagai pemonitor dan penyeimbang opini. Yang dimaksud di sini adalah media gerakan pemuda berfungsi sebagai netralisator dari opini-opini yang salah dan berkembang di masyarakat.

Media berfungsi sebagai sarana diskusi publik dan elemen penting dalam hal perluasan jaringan. Media membentuk suatu jaringan baik secara internal maupun eksternal bagi organisasi pemuda.

Selain peran seperti yang disebutkan di atas, terdapat peran-peran normatif dari media itu sendiri, seperti memberikan edukasi, advokasi, informasi politik, demokratisasi, transfer nilai-nilai sosial, dan juga budaya. 

Media memiliki peran yang sangat penting terhadap suatu organisasi pemuda. Media menunjukkan bagaimana organisasi bekerja, dan bagaimana organisasi itu tampak di mata masyarakatnya.

Salah satu kutipan dari Bernard Cohen berbunyi :

“Media lebih daripada sekadar pemberi informasi dan opini. Media mungkin saja kurang berhasil mendorong orang untuk memikirkan sesuatu, tetapi media sangat berhasil mendorong pembacanya untuk menentukan apa yang perlu dipikirkan.”


Penulis: Muadz Al Banna

No comments: